Ada banyak hal yang diumumkan  pada acara Google I/O , selain memamerkan sistem operasi
mobile generasi terbaru, Android 'L', Google juga memperkenalkan pada publik kehadiran sistem operasi khusus untuk smartphone murah yang disebut 'Android One'.

Secara garis besar, tidak ada perbedaan mencolok antara Android One dan Android versi standar. Namun bedanya, Android One akan bertindak sebagai platform dasar yang diambil dari Google Stock dan membebaskan para produsen ponsel untuk menambahkan aplikasi-aplikasi yang diinginkan. Dengan kata lain, Android One hanya bertindak sebagai arsitektur dasar sebuah smartphone, sedangkan kelengkapan fitur dan aplikasi diserahkan pada pihak produsen handset.

Bahkan di ajang Google I/O yang sedang berlangsung di San Fransisco, California, Senior Vice President Android, Sundar Pichai sudah memamerkan salah satu smartphone besutan Micromax yang mengadopsi platform Android One. Spesifikasi teknis smartphone entry pada umumnya menggunakan layar 4,5 inci, dual-SIM card, dan disediakan pula slot media penyimpanan eksternal SD card. Rencananya smartphone tersebut akan dibanderol dengan harga kurang dari US$ 100 atau setara dengan Rp 1 jutaan.

Nantinya, target platform Android One merambah negara-negara berkembang yang merupakan pangsa pasar penting bagi mereka. Dengan strategi ini, diyakini Android akan semakin mendominasi pasar sistem operasi mobile global. Jauh meninggalkan pesaing mereka, iOS besutan Apple. (Richard)

Sumber : Bhineka