Semua orang tahu bahwa Android adalah open-source operating system untuk smartphone yang bisa dicustomize sesuai keinginan kita. Di artikel ini saya akan membahas tentang rooting Android, apa saja keuntungan dan resikonya, tempat mendapat sumber yang dapat dipercaya dan berbagai tips berguna lainnya. Tertarik melakukan rooting Android tapi galau karena tidak yakin atau tidak tahu caranya? Simak dulu artikel berikut ini!

Apa sih Rooting Android itu?

Rooting adalah sebuah proses yang memberikan anda full administrator control dan access ke sebuah Android smartphone atau tablet. Sama seperti ‘jailbreak’ di iOS, hal ini dilakukan untuk mem-bypass batasan-batasan dari provider ato dari manufacturer handset itu sendiri. Begitu anda sudah mendapat ‘root access’, anda bisa mengganti, mengubah aplikasi dan system settings, menjalankan app-app khusus, dan banyak lagi.

Salah satu alasan yang cukup sering terdengar untuk rooting adalah untuk mengganti operating systemnya dengan sebuah ROM. ROM adalah versi OS dari sebuah developer yang akan memberikan anda lebih banyak control tentang hal-hal detail. Mengganti operating system dengan sebuah ROM ini nama kerennya ‘flashing custom ROM’.

Proses rooting Android phone bervariasi untuk tiap gadget, tapi kurang lebih prinsipnya sama. Nexus line dari Google seperti Nexus 4 lebih menarik untuk para developer Android, jadi termasuk salah satu model yang paling sering diroot. Selain itu gadget-gadget yang populer seperti Samsung Galaxy S4 dan HTC One juga mempunyai banyak pilihan custom ROM juga.

Perlu diingat bahwa rooting akan membatalkan garansi gadget anda, tetapi flashing ‘stock’ ROM bisa mengembalikan gadget ke original.
(*stock: versi default OS dari manufacturer)

Mengapa kita melakukan Root?

Ada banyak alasan untuk mempertimbangkan melakukan rooting Android pada handset anda. Yang paling terutama adalah memungkinkan anda untuk menghapus app-app yang tidak diinginkan (yang diinstall oleh manufacturer/carrier) di handphone anda sebelum anda membuka kotaknya. Biasanya kebanyakan orang hanya bisa men-disable app-app tersebut. Sedangkan bila anda melakukan rooting, anda bisa melakukan full uninstall. Menghapus app-app yang tidak pernah anda pakai bisa memberikan anda tambahan kapasitas storage!

Keuntungan rooting lainnya adalah bisa memberikan platform update lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan sejak Google mengumumkan versi Android baru sampai pada akhirnya update tersebut masuk ke gadget anda bisa mencapai mingguan, bulanan, tahunan, atau mileniuman (baca: ga diupdate sama sekali :P )! Tetapi jika anda melakukan root, seringkali anda bisa mendapatkan fitur-fitur baru dari update tersebut melalui custom ROM yang keluarnya lebih cepat. Untuk beberapa user ini bisa memanjangkan umur gadget Android anda – jadi daripada beli gadget baru untuk mendapatkan update terbaru, cukup dengan flashing custom ROM saja!

Alasan-alasan lain untuk melakukan root: kemampuan untuk melakukan complete device backup, integrasi antara tethering dan fitur mobile hotspot, dan memperlama battery life dengan setting dan control yang dioptimalkan.

Apa saja resiko rooting Android?

Seperti sudah disebut di atas, rooting akan menghilangkan garansi anda. Mungkin ini adalah resiko terbesar yang terkait bila anda bermain-main dengan gadget anda. Apabila anda mendapat masalah dengan custom ROM, kebanyakan manufacturer dan carrier mungkin tidak akan mau membantu anda.

Dalam kebanyakan kasus, anda bisa menghapus ROM apapun yang anda flash dengan mem-flash kembali stock Android OS dari handset tersebut. Tetapi perlu diingat: jika anda tidak hati-hati, atau tidak mengikuti langkah-langkahnya dengan benar, handset anda bisa berakhir menjadi sebuah bata berharga jutaan rupiah. Ini sering disebut dengan ‘brick’ atau ‘nge-brick’. Sangat penting bagi anda untuk mengikuti langkah-langkahnya dengan benar, dan memperhatikan setiap langkah yang anda jalankan.

Cari sumber-sumber yang terpercaya untuk bantuan dan feedback, dan cari berita-berita terkini tentang ROM dan gadget Android anda. Juga saya sangat menyarankan anda membaca semua artikel atau diskusi tentang ROM tersebut sebelum anda mulai. Jika anda menemukan diskusi di sebuah forum thread, baca semua reply di thread tersebut untuk mengetahui apakah ada masalah spesifik dengan model gadget anda.

cyanogenmod
CyanogenMod adalah custom ROM paling klasik di dunia rooting Android


Sumber Bantuan

Untuk mencari pengetahuan tentang rooting Android, saya menyarankan anda mengunjungi XDA Developers, Forum AndroidCentral, AndroidForums, dan Rootzwiki. Juga cek Google+ untuk mendapatkan info-info terbaru tentang rooting ataupun modifikasi Android. Perlu anda ketahui bahwa dunia rooting bukanlah seperti geng rahasia yang tertutup dan hidup di bawah tanah. Anda akan bisa menemukan banyak bantuan dan dokumentasi untuk melakukan root pada handphone anda. Filter search result anda by date, baca update-update terbarunya dan semua detailnya, dan pahami apapun yang anda akan lakukan.

Tentang ROM

ROM (atau custom ROM) adalah versi operating system (Android) yang memberikan fitur-fitur atau pilihan yang tidak ada di stock ROM / OS. Seringkali ROM dibuat dari official file Android atau official kernel source code. Ada beberapa ROM yang cukup terkenal, diantaranya adalah CyanogenMod, ParanoidAndroid, MIUI, dan AOKP (Android Open Kang Project). Tentu saja masih banyak sekali ROM lainnya, boleh dibilang hampir ada ROM baru setiap hari.

Kalau dilihat dari segi support dan development, CyanogenMod adalah yang paling besar. Jumlah model gadget yang disupport CyanogenMod sangat banyak, dan basis massa (baca: pengguna) dari CyanogenMod sangat besar. Ini tidak berarti mutlak bahwa CyanogenMod adalah ROM terbaik, namun semakin banyak orang yang pakai menandakan produk tersebut tidak jelek-jelek amat, ya kan?

CyanogenMod terkenal dengan stock Android experiencenya, dan juga terkenal dengan memberikan fitur-fitur terbaru yang pada akhirnya akan masuk di versi Android yang official. Sampai sekarang ada lebih dari 4.2 juta installation CyanogenMod, dengan versi terakhirnya yaitu CM v10.1 (yang sudah memakai Android 4.2 Jelly Bean).

CyanogenMod boleh dibilang adalah ROM yang ‘klasik’, tetapi ROM yang sedang naik popularitasnya sekarang adalah Paranoid Android. PA baru saja direlease sebagai open-source project, jadi boleh dibilang developmentnya akan meningkat pesat. Fitur Paranoid Android yang terkenal adalah HALO ROMnya yang memberikan campuran antara Facebook Chat Heads dengan Samsung multi-window.

Apps yang Patut Dicoba

Disamping menginstall custom ROM, rooting Android juga membuka pintu untuk menginstall app-app tertentu dan mendapatkan device management ataupun security yang jauh lebih baik daripada stock Android OS.

Apabila anda memutuskan untuk melakukan root saja tanpa menginstall custom ROM, anda masih bisa menginstall apps-apps yang akan meningkatkan kemampuan dari rooted Android phone anda. Beberapa app yang terkenal dalam hal ini contohnya ROM Toolbox Pro, Titanium Backup, Touch Control, Cerberus anti-theft, dan SetCPU. Apakah anda ingin menginstall app-app ini atau tidak, tergantung sepenuhnya pada seberapa jauh anda ingin mengutak-atik Android experience di handphone anda.

Untuk anda yang ingin meng-flash ROM secara berkala, saya menganjurkan untuk mulai dengan ROM Manager. App ini akan membantu anda memanage backup dan recovery, menginstall ROM, dan banyak hal lain yang berguna. ROM Manager adalah free app, tetapi versi premiumnya memberikan notification untuk ROM update, nightly ROM download, set automatic backup, dan fitur-fitur lainnya.

titanium-backup-6.0
Titanium Backup adalah salah satu rooted app yang paling terkenal

Backup Plan

Dalam rooting Android, anda harus selalu mempunyai backup plan. Maksudnya adalah, anda harus punya suatu cara untuk ‘balik lagi ke awal’ (kerennya: merestore) apabila anda mendapat masalah dengan ROM yang masih baru, atau masih dalam beta test. Titanium Backup atau Carbon adalah salah dua pilihan yang populer. Terlepas dari app mana yang akan anda pakai, sangat penting untuk membackup gadget anda dan mengetes backupnya terlebih dahulu sebelum anda menginstall custom ROM.

Pelajari prosesnya dan pastikan anda bisa merestore kembali handphone anda di saat badai menerpa (apaan sih :P ). Butuh latihan dan waktu untuk membuat backup, tapi ini adalah faktor yang menentukan apakah dompet anda akan bocor atau tidak (kalau sampai harus rawat inap) apabila terjadi sesuatu dengan handphone anda.

Memang banyak hal yang perlu anda pertimbangkan sebelum melakukan rooting Android, namun tenang saja, meskipun kelihatannya seram, anda mempunyai banyak dukungan moral dan material dari komunitas Android dan pengguna Android di segala penjuru dunia. Dan meskipun process rooting Android bervariasi untuk tiap model, pada intinya sebenarnya rooting itu tidak susah-susah amat kok.

Kalau habis baca post ini dan anda masih galau memutuskan mau root apa tidak, saran saya adalah pikirkan dulu untuk beberapa waktu. Mengganti default Android OS jelas bukan untuk semua orang, dan banyak pro kontranya. Untuk kebanyakan orang, termasuk saya, nilai plus dari mengutak-atik Android phone anda supaya anda mendapatkan apapun yang anda inginkan, jauh lebih besar daripada resikonya. Jadi bulatkan tekad, dan GO! :D

Sumber : Galau Gadget